Menu

Zinedine Zidane Ditunjuk Kembali Jadi Pelatih Real Madrid

Zinedine Zidane kurang lebih sepuluh bulan menepi dari dunia sepakbola, sebelum akhirnya pada hari Senin (12/3/2019) kembali menerima pinangan Florentino Perez yang tak lain Presiden Real Madrid untuk menjadi pelatih Real Madrid menggantikan Santiago Solari yang diberhentikan setelah mendapatkan hasil buruk di beberapa pertandingan terakhir. Seperti diketahui Zinedine Zidane memilih mundur dari kursi pelatih Real Madrid pada bulan Mei 2018, hanya selang beberapa hari setelah memimpin tim mempersembahkan gelar Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kini diperiode keduanya Zinedine Zidane kembali dihadapkan dengan segudang masalah seperti saat penunjukan untuk jadi pelatih pertama kalinya. Tapi masalah yang dihadapi Zidane sekarang ini tentunya lebih kompleks.

Zinedine Zidane pertama kalinya ditunjuk menjadi pelatih Real Madrid pada tanggal 17 Januari 2016 menggantikan Rafael Benitez pelatih Real Madrid saat itu yang dianggap gagal mengangkat performa tim dengan serangkaian hasil buruk dan permasalahan dengan beberapa pemain. Dibawah asuhan Zidane dalam menuntaskan sisa musim itu, Real Madrid dibawanya menempati posisi kedua dibawah Barcelona dan meriah tropy Liga Champions ke-11 klub setelah mengalahkan Atletico Madrid di final. Dalam dua setengah tahun menukangi Real Madrid, Zinedine Zidane sukses meraih Sembilan tropi bergengsi diantaranya tiga gelar Liga Champions beruntun, satu gelar LaLiga, satu Piala Super Spanyol, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia antar klub.

Diakhir musim 2017/2018 tepatnya pada bulan Mei 2018 setelah membawa Real Madrid meraih gelar juara Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun usai di final mengalahkan Liverpool. Secara mengejutkan selang beberapa hari Zinedine Zidane memutuskan mundur sebagai pelatih Real Madrid. Keputusan mundur yang ditengarai akibat adanya perselisihan dengan Florentino Perez presiden Real Madrid dan dikabarkan Perez tak bersedia memenuhi permintaan untuk mendatangkan pemain baru yang diajukan Zidane dan lebih memilih mendatangkan pemain muda. Setelah Zidane mundur, disusul kepindahan mega bintang Cristiano Ronaldo ke Juventus, lalu penunjukan pelatih Julen Lopetegui yang sempat menimbulkan kegaduhan karena saat itu Julen Lopetegui masih memimpin timnas Spanyol di Piala Dunia yang pada akhirnya diberhentikan dari kursi pelatih timnas Spanyol.

Di awal musim 2018/2019 dibawah arahan Julen Lopetegui pelatih baru mantang pelatih timnas Spnayol, sebenarnya Real Madrid tampil cukup baik. Tapi kemudian hasil minor berulang kali didapat Madrid yang membuat posisi mereka di klasemen sempat terpuruk. Hingga pada akhirnya pada bulan Oktober, Julen Lopetegui diberhentikan dari pelatih Madrid dan ditunjuklah Santiago Solari. Dibawah asuhan Solari, permaian Real Madrid mulai membaik dan perlahan merangkat naik ke posisi tiga besar. Tapi perselisihan dengan para pemain senior Madrid ditambah kekalahan beruntun dari Barcelona dan kekalahan dari Ajax Amsterdam yang membuat Real Madrid tersingkir lebih awal di babak 16 besar Liga Champions rupanya membuat manajemen hilang kesabaran dan pada akhirnya kembali memberhentikan Santiago Solari dari kursi pelatih.

Sebelum penunjukan kembali Zinedine Zidane, sempat beredar kabar bahwa Real Madrid akan merekrut kembali mantan pelatih mereka diperiode 2010-2013 yaitu Jose Maurinho yang tengah menganggur setelah diberhentikan dari pelatih Manchester United pada Desember 2018. Mourinho dalam masa baktinya di Real Madrid berhasil mempersembahkan tiga gelar untuk Los Blancos diantaranya tropi LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun pihak manajemen setelah mempertimbangkan banyak aspek pada akhirnya memilih menunjuk kembali Zinedine Zidane untuk menjadi pelatih Real Madrid yang dikontrak hingga bulan Juni 2022.

Dikutip dari Marca, Direktur Madrid, Jorge Valdano, dalam sebuah wawancara dengan Onda Cero menjelaskan “Zidane mewakili suara bulat Real Madrid , Mourinho cuma beberapa suara. Saya tidak berpikir ada orang yang tidak senang dengan Zidane kembali, sedangkan Mourinho memiliki pro dan kontra. Akan ada orang-orang mendukung dan menentangnya. Real Madrid perlu menilai skuat mereka dengan sejumlah pemain muda, yang membutuhkan pemulihan secara hati-hati”.

Sementara itu Zinedine Zidane seperti dikutip dari FourFourTwo, menuturkan alasan mengapa dirinya menerima kembali tawaran melatih Real Madrid padahal tawaran dari klub lain juga ada. “Ketika Presiden (Florentino Perz) memanggil saya, saya tidak bisa mengatakan tidak. Saya tidak bisa mengatakan tidak. Saya tidak ragu untuk kembali sekarang daripada harus musim depan. Melihat pemain saya seperti itu, saya tidak senang melihat keadaannya. Saya sudah memiliki beberapa tawaran, tetapi saya tidak ingin pergi ke tim lain. Kepergian saya waktu itu adalah keptuusan terbaik untuk semuanya. Tim dan skuat ini butuh perubahan. Bukan yang lain. Sembilan bulan berlalu dan klub memanggil saya lagi.” demikian penjelasan Zidane.

Selamat datang kembali Zinedine Zidane, tugas berat Anda sudah menanti. Tidak ada nama Cristiano Ronaldo di tim, yang ada banyak pemain muda berbakat yang menunggu polesan. Mampukah Real Madrid kembali bangkit dan bersaing di LaLiga dan Eropa? Hanya perjalanan waktu yang akan membuktikannya.