Menu

Semi Final Liga Champions UEFA 2018/2019 Paling Sensasional?

Semi fina Liga Champions UEFA 2018/2019 bisa jadi merupakan semi final yang paling sensasional dan akan terus dikenang baik oleh keempat tim yang terlibat, para pendukung dan pecinta sepakbola di seluruh dunia. Semi final kali ini melibatkan tiga negara yaitu Inggris, Spanyol dan Belanda. Dimana Inggris mengirimkan dua wakilnya yaitu Liverpool dan Tottenham Hotspur, Spanyol diwakili Barcelona dan Belanda diwakili Ajax Amsterdam. Semi final kali ini mempertemukan Barcelona vs Liverpool dan Tottenham Hotspur vs Ajax Amsterdam. Pertemuan Barcelona vs Liverpool mungkin yang paling menarik dan bisa dibilang sebagai laga final yang terlalu dini, karena idealnya kedua tim ini bertarung dipartai puncak. Barcelona yang sedang memimpin liga Spanyol dengan Lionel Messi-nya, demikian juga Liverpool yang bersaing ketat dengan Manchester City di puncak klasemen liga Inggris dengan Mohamed Salah-nya.

Leg pertama semi final Liga Champions UEFA 2018/2019 berlangsung pada hari Rabu (1/5/2019) dini hari mempertemukan tuan rumah Tottenham Hotspur vs Ajax Amsterdam dan pada hari Kamis (2/5/2019) dini hari mempertemukan tuan rumah Barcelona vs Liverpool.

Hasil di leg pertama ini memang cukup mengejutkan dimana dua wakil Inggris harus tumbang dari lawan-lawannya. Tottenham Hotspur yang menjamu Ajax Amsterdam di Tottenham Hotspur Stadium harus menyerah dari tim tamu Ajax Amsterdam dengan skor 0-1 lewat gol yang dicetak Donny van de Beek pada menit ke-15. Sepertinya Ajax Amsterdam terus menjaga asa untuk dapat tampil di final dengan skuad mudanya mampu tampil gemilang setidaknya dibuktikan dengan menyingkirkan Real Madrid di babak 16 besar dan menyingkirkan Juventus di babak perempat final. Sementara itu Barcelona yang menjamu Liverpool di Camp Nou mampu mengkandaskan pertalawanan tim tamu dengan skor telak 3-0 lewat gol yang dicetak oleh Luis Suarez pada menit ke-26 dan 2 gol Lionel Messi menit ke-75 dan 82. Hasil yang tentunya diluar dugaan mengingat sepanjang laga sebenarnya Liverpool mendominasi jalannya pertandingan, kalaupun harus kalah seharusnya kalah dengan skor tipis atau saling berbalas gol. Liverpool yang menurunkan tim terbaiknya dibuat tak berdaya dan Mohamed Salah tak berkutik. Liverpool harus pulang dengan beban kekalahan telak 0-3 yang harus dikejar dan dibalikan di leg kedua jika ingin lolos ke partai final.

Leg kedua semi final Liga Champions UEFA 2018/2019 berlangsung pada hari Rabu (8/5/2019) dini hari mempertemukan tuan rumah Liverpool vs Barcelona dan pada hari Kamis (9/5/2019) dini hari mempertemukan tuan rumah Ajax Amsterdam vs Tottenham Hotspur.

Liverpool yang mendapat giliran menjadi tuan rumah dengan menjamu Barcelona di Anfield menjalani laga mission impossible karena mempunyai beban berat harus mengejar ketinggalan 3 gol dengan kekuatan tim yang pincang karena beberapa pemain inti seperti Mohamed Salah dan Firminho tidak bisa tampil karena cidera. Comeback sensasionalpun terjadi, pasukan Jurgen Klopp mampu tampil lepas dan gemilang. Memanfaatkan gol cepat pada menit ke-7 yang dicetak oleh Divock Origi membuat para pemain Liverpool semakin bersemangat mengejar defisit agregat gol. Tapi untuk sementara babak pertama Liverpool masih unggul 1-0 atas Barcelona dan secara agregat masih tertinggal 1-3.

Baru di babak kedua, giliran Barcelona yang dibuat tak berdaya dan Lionel Messi tak berkutik. Dua gol tambahan yang dicetak pemain pengganti yaitu Georginio Wijnaldum pada menit ke-54 dan 56 mampu meningkat semangat para pemain Liverpool karena secara agregat sudah imbang 3-3. Dan gol kedua dari Divock Origi pada menit ke-79 menghancurkan mental para pemain Barcelona tertinggal 4-0 atau secara agregat 4-1. Untuk dapat lolos dari lubang jarum, Barcelona hanya membutuhkan cukup satu gol saja. Namun, hingga akhir pertandingan tidak ada lagi gol yang tercipta. Barcelona harus menelan kenyataan pahit tersingkir dari Liga Champions UEFA di semi final dalam posisi unggul 3-0 di leg pertama. Bagi Liverpool semangat dan pantang menyerah serta dukungan fans mampu mendongkrak semangat dan membalikan keunggulan dari kekalahan 0-3 dibalas dengan kemenangan 4-0 atau secara agregat Liverpool unggul 4-3 atas Barcelona yang mengantarkannya ke partai final liga Champions UEFA 2018/2019.

Sementara itu tim Inggris lainnya Tottenham Hotspur yang bertandang ke markas Ajax Amsterdam pada leg kedua semi final Liga Champions UEFA tidak kalah menarik dan sensasionalnya. Dengan beban kekalahan 0-1 dikandang sendiri, akan berusaha membalikan keadaan di kandang Ajax. Tapi sepertinya laga yang dijalani Tottenham Hotspur di kandang Ajax Amsterdam pada babak pertama tidak berjalan mulus. Ajax Amsterdam giliran menjamu Tottenham Hotspur di Amsterdam Arena berhasil unggul 2-0 di babak pertama melalui gol-gol yang dicetak oleh Matthijs de Ligt menit ke-5 dan Hakim Ziyech menit ke-35 yang membuat Ajax Amsterdam secara agregat unggul 3-0 atas Tottenham Hotspur.

Tertinggal 2 gol atau secara agregat 3 gol tidak membuat mental para pemain Tottenham Hotspur jatuh. Tapi justru dibabak kedua tampil gemilang, trengginas dan menggila. Pahlawan itu ada pada sosok Lucas Moura yang sukses memborong 3 gol pada menit ke-55, 59 dan 90+6. Dua gol diawal babak kedua sedikit menggoyahkan mental dan semangat para pemain Ajax. Puncaknya pada masa injury time, cukup lamanya tambahan waktu benar-benar dimanfaatkan benar para pemain Tottenham Hotspur untuk habis-habisan, karena mereka sadar mencetak satu gol lagi artinya melaju ke partai puncak atau langkah mereka terhenti di semi final. Memang sensasional, detik-detik terakhir pertandingan Lucas Moura sukses mencetak gol ketiganya dalam pertandingan tersebut yang membuat Tottenham Hotspur unggul 2-3 atas Ajax Amsterdam atau secara agregat imbang 3-3 tapi Tottenham Hotspur yang berhasil melaju ke babak final Liga Champions UEFA 2018/2019 berkat keunggulan 3 gol tandangnya.

Di partai final Liga Champions UEFA 2018/2019 terjadi ALL England Final karena mempertemukan dua tim Inggris yaitu Liverpool vs Tottenham Hotspur. Memang perjuangan dan kerja keras serta pantang menyerah tidak pernah mengkhianati hasil. Kedua tim yang tadinya memiliki peluang kecil untuk dapat lolos, tapi kemudian dapat membalikan keadaan dan justru membawa mereka ke partai puncak.