Menu

Pro dan Kontra Maurizio Sarri Jadi Pelatih Baru Juventus

Maurizio Sarri sejatinya dikontrak Chelsea untuk tiga musim sejak didatangkan dari Napoli pada awal musim 2018/2019. Jadi Sarri baru satu musim menyelesaikan tugasnya bersama Chelsea dengan berhasil mempersembahkan satu gelar Liga EUROPA, runner-up Piala Liga Inggris dan peringkat ketiga Premier League. Tapi kemudian Chelsea dan Maurizio Sarri memutuskan untuk pisah jalan dan Sarri menerima pinangan Juventus yang ditinggal pelatihnya Massimiliano Allegri. Keinginan untuk lebih dekat dengan keluarga jadi alasan pelatih 60 tahun tersebut untuk kembali ke Italia setelah satu tahun di tanah Inggris. Sementara Chelsea diyakini berani melepas Sarri didasari naik turunnya performa Chelsea dan gaya main Chelsea dibawah Sarri yang kurang disukai fans, karena itulah keduanya mencapai kata sepakat untuk tidak melanjutkan kerjasama.

Melalui situs resminya, Chelsea mengumumkan bahwa Maurizio Sarri sudah meninggalkan Chelsea untuk bergabung bersama dengan Juventus pada tanggal 16 Juni 2019. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Sarri atas pekerjaan yang sudah dilakukannya bersama asisten selama semusim ini sebagai head coach. Dia telah mengantarkan tim ini dengan menjadi juara Liga Europa dan finis ketiga Premier League. Kami juga mengucapkan selamat kepadanya untuk melanjutkan peran bersama klub besar Serie A. Kami berharap yang terbaik untuk dia di masa datang”, demikian pernyataan di situs resmi Chelsea. Kemudian Twitter Juventus memberikan sambutan atas kedatangan Sarri dengan tak lupa membuat tagar #WelcomeSarri. Di Juventus Maurizio Sarri dikontrak selama tiga musim untuk menangani Cristiano Ronaldo dkk.

Bersama Chelsea Maurizio Sarri (2018-2019) menjalani 63 laga dengan 39 kali menang, 13 kali seri dan 11 kali kalah disemua kompetisi, dengan rata-rata kemenangan mencapai 61,9%, Chelsea mencetak 112 gol dan kebobolan 58 gol. Skor terbesar 5-0 saat Chelsea mengalahkan Huddersfield dan Dynamo Kiev, sedangkan kekalahan terbesar 0-6 yang dialami Chelsea di kandang Manchester City. Dan Chelsea pernah tak terkalahkan dalam 21 pertandingan pertama dimana 12 pertandingan diantaranya meraih kemenangan secara beruntun. Tapi setelah itu Chelsea mengalami penurunan dan performanya secara keseluruhan naik turun sehingga pada akhirnya di Premier League finish diposisi ketiga, runner-up Piala Liga Inggris dan menjadi Juara Liga UEROPA 2018/2019.

Berlabuhnya Maurizio Sarri ke Juventus sebetulnya menuai pro dan kontra. Bagaimanapun Maurizio Sarri sebelum menjadi pelatih Chelsea musim lalu adalah pelatih Napoli yang bersaing ketat dengan Juventus di papan atas klasemen. Rivalitas diantara kedua klub menimbulkan sebagian fans Napoli marah dan kecewa pada Maurizio Sarri dan mungkin ada yang mencapnya sebagai pengkhiat bahkan konon memunculkan kemarahan kelompok sayap kiri di Kota Naples kota kelahiran Sarri. Walaupun Maurizio Sarri membantahnya kalau dia bukan pengkhianat hanya karena bergabung dengan Juventus tapi wujud profesionalisme dalam pekerjaannya. Sementara itu mantan Presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli menunjukan ketidaksenangan dengan bergabungnya Maurizio Sarri ke Juventus karena dinilai Sarri sebagai pengkritik Juventus dan banyak hal yang tidak disukai dari Sarri.

Dikutip dari Calciomercato, Cobolli Gigli mengatakan “Sebagai fans, saya berharap fakta jahat ini tidak akan terjadi. Sarrismo adalah sesuatu yang kuat di Napoli, tetapi pengkritik Juventus. Saya memiliki ingatan, saya ingat semua yang dia katakan dan lakukan. Tapi sekarang keputusan sudah dibuat, kita harus menilai Sarri atas kinerjanya. Dia adalah pelatih yang tak terbantahkan dengan kualitas permainan. Saya tidak lupa bahwa sampai sebulan lalu dia bilang senang di Liga Inggris, bahwa dia tidak berniat kembali ke Italia. Oleh karena itu, dalam pikiran saya, saya akan menilainya. Saya harap dia berkomunikasi seperti pelatih Juve, bukan Sarri. Saya harap dia memiliki gaya yang tepat, bahkan ketika harus mengakui bahwa tim tidak bekerja dengan baik, dan tidak membuat alasan seperti di Naples”.

Akan tetapi pelatih legendaris Italia Arrigo Sacchi menilai keputusan Juventus mendatangkan Maurizio Sarri sebagai keputusan yang tepat. Menurutnya Sarri memiliki level yang sama dengan dengan Juergen Klopp (Liverpoo), Pep Guardiola (Manchester City), dan Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur). Sehingga dalam permainan Juventus akan ada sentuhan modern dan membuat Cristiano Ronaldo bermain lebih ekspansif. Hal senada juga diungkapkan mantan kapten dan kiper legendaris Juventus, Gianluigi Buffon yang mengatakan bahwa penunjukan Maurizio Sarri sebagai manajer dan pelatih Juventus bukanlah sebuah pertaruhan, tapi bekas klubnya tersebut sedang mencari cara lain agar La Vecchia Signora bisa sukses di Eropa setelah dua kali kalah di partai final Liga Champions UEFA.

Hanya waktu yang akan membuktikan kesuksesan atau kegagalan yang akan diraih Maurizio Sarri bersama klub barunya Juventus.