Menu

Masalah Utama Valentino Rossi dan Maverick Vinales Karena ECU yang Belum Optimal

Masalah Utama yang dihadapi Valentino Rossi dan Maverick Vinales dalam dua musim terakhir sehingga kesulitan bersaing memperebutkan gelar juara MotoGP adalah masalah perangkat kontrol elektronik (ECU) yang belum optimal, sehingga ban cepat terkikis karena ban tidak punya traksi yang baik. Dan untuk musim balap MotoGP 2019, Yamaha sangat konsen dan terus berbenah dengan lebih serius agar Rossi dan Vinales bisa bersaing dengan Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati) dan meraih hasil yang lebih baik dari musim lalu.

Sebenarnya hasil yang didapat tim Yamaha dalam dua musim terakhir tidak terlalu buruk, seperti pada musim balap tahun lalu tahun 2018, mampu menempatkan Valentino Rossi di peringkat ke tiga klasemen akhir dibelakang Dovizioso di peringkat kedua dan Marquez yang sukses menjadi juara dunia. Dengan raihan hanya lima kemenangan saja tentu merupakan hasil yang sangat tidak memuaskan karena itu tim Yamaha terus berupaya berbenah untuk dapatkan hasil yang lebih baik musim 2019 ini.

Tak jauh berbeda dengan tahun 2018, pada musim balap tahun 2017 tim Yamaha juga harus puas menempati posisi ketiga dengan pembalapnya Maverick Vinales yang juga berada dibelakang Dovizioso di peringkat kedua dan Marquez yang menjadi juara. Dari hasil yang didapat dalam dua musim 2017 dan 2018 dapat kesimpulan tentang kurang maksimalnya hasil yang diraih para pembalapnya karena tidak optimalnya perangkat kontrol Elektronik (ECU), seperti yang dikatakan kepala tim Yamaha Motor Racing (YMR) Lin Jarvis.

Dilansir dari Crash, menurut Lin Jarvis masalah yang dihadapi pembalapnya tahun lalu adalah konsumsi ban dan selip, akibat kekurangan traksi di banyak titik dan mesin yang telalu agresif. Dan kesulitan dalam manajemen elektronik itulah yang jadi masalah utamanya. Petikan pernyataannya sebagai berikut “Masalah besar tahun lalu adalah konsumsi ban dan selip, jadi kami kekurangan traksi di banyak titik. Mesinnya terlalu agresif di sentuhan pertama, ketika Anda mengegas saat keluar tikungan. Para kompetitor kami bisa membuka gas dengan cukup keras, dengan sudut menikung sedemikian rupa, tanpa mengalami selip. Ini adalah persoalan, sebagian dari sasis, sebagian dari mesin, tapi kebanyakan adalah soal manajemen elektronik. Di sanalah kami kesulitan”.

Hal senada juga dikemukan oleh Kouichi Tsuji yang notabene adalah Manajer Umum Divisi Pengembangan Motorsport Yamaha, yang menyatakan di tahun 2019 ini ada perhatian cukup besar untuk perbaikan dan peningkatan bagian elektronik ditandai dengan perekrutan Michele Gadda sebagai ahli ECU yang bertugas untuk menangani pengembangan elektronik YMR. “Kami sudah berinvestasi lebih besar dalam pengembangan di Italia dan Michele adalah salah satu sosok kunci. Dia menangani pengembangan elektronik YMR” jelas Tsuji.

Semoga saja berbagai masalah yang dihadapi Valentino Rossi dan Maverick Vinales untuk musim balap MotoGP 2019 bisa diatasi sehingga mendapat hasil yang lebih baik dan terjadi persaingan ketat lagi hingga seri terakhir dimana Rossi atau Vinales dapat bersaing dengan terutama Marc Marquez (Repsol Honda) yang mulai mendominasi MotoGP.