Menu

Manchester United Resmi Permanenkan Ole Gunnar Solskjaer sebagai Manager

Manchester United seperti sudah banyak diprediksi pengamat dan penggemar sepakbola khususnya MU, akhirnya penantian panjang fans berat MU diseluruh dunia yang menantikan kabar siapa manajer “Setan Merah” pada tanggal 28 Maret 2019 terjawab sudah. Lewat cuitan di Twitter akun resmi Manchester United menginformasikan bahwa mereka sudah mengontrak Ole Gunnar Solskjaer sebagai Manager resmi mereka. “Ole’s at the wheel! We can confirm that Ole Gunnar Solskjaer has been appointed as #MUFC manager” Tweet @ManUtd. Kontan saja kabar tersebut menjadi bahan pemberitaan dan perbincangan publik penggemar sepakbola diseluruh dunia.

Walaupun tidak terlalu mengejutkan karena memang sudah banyak yang memprediksikannya juga tidak sedikit yang mengharapkannya, tapi karena sikap kehati-hatian manajemen klub yang tidak buru-buru mengikat Ole secara permanen setelah torehan cemerlang yang berhasil mengangkat performa klub dari keterpurukan, membuat publik penggemar MU dibuat penasaran dan sepertinya harus menunggu hingga akhir musim untuk mengetahui siapa manajer MU sebenarnya. Dan penunjukan secara permanen Ole sebagai Manajer MU lebih cepat sebelum musim berakhir tentu baik untuk Ole sendiri, para pemain MU dan penggemar MU diseluruh dunia. Kabarnya, Manchester United mengontrak Ole Gunnar Solskjaer untuk durasi 3 tahun.

Tidak mengherankan bahkan mungkin sudah selayaknya Ole Gunnar Solskjaer diberi kepercayaan penuh oleh Manchester United sebagai manajer karena catatan apiknya selama menjadi manajer interim menggantikan Jose Mourinho yang diberhentikan manajemen. Sejak menangani Manchester United pada tanggal 18 Desember 2018, Ole Gunnar Solskjaer sukses memimpin punggawa Setan Merah dalam 19 pertandingan diseluruh kompetisi sebelum dipermanenkan secara resmi menjadi manajer MU dengan mempersembahkan 14 kemenangan, 2 kali seri dan 3 kali kalah. Bahkan di liga Inggris Ole baru merasakan kekalahan pertamanya dari Arsenal pada 10 Maret 2019 atau kekalahan kedua disemua ajang.

Kekalahan pertama didapat Ole Gunnar Solskjaer saat MU menjamu PSG di leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA pada 13 Pebruari 2019 dengan skor 0-2, tapi Ole kemudian sukses memimpin anak asuhnya comeback di leg kedua menyingkir PSG setelah mengalahkan tuan rumah dengan skor 1-3, MU lolos ke perempat final Lig Champions UEFA berkat keunggulan 3 gol tandang. Sementara kekalah ketiga Ole sebagai manajer imterim diderita saat MU tersingkir dari babak kuarter final Piala FA setelah dikalahkan tuan rumah Wolverhampton Wanderers dengan skor 2-1. Dengan catatan cemerlang Ole Gunnar Solskjaer selama menjadi manajer interim MU, memang pantas diganjar menjadi manajer permanen Manchester United.

Dikutip dari Opta, sejak Ole Gunnar Solskjaer memimpin Manchester United khususnya di liga Inggris, MU berhasil memperoleh 32 poin dari 13 laga, dengan 10 kali menang, 2 kali seri dan 1 kali kalah. Rasio kemenangan MU mencapai 76,9% dengan rata-rata 2,4 poin per pertandingan. Tak ayal Ole menjadi manajer interim fenomenal MU di era Premier League. Diawal kepelatihannya Ole bersama MU meraih 6 kemenangan secara beruntun di liga dan tak terkalahkan dalam 12 laga awal Premier League. Sehingga MU yang sempat tercecer ke papan tengah dan sering menderita kekalahan, kemudian menjadi akrab lagi dengan kemenangan dan perlahan naik ke papan atas, bahkan sekarang sudah terlibat persaingan keras memperebutkan peringkat ketiga dan keempat klasemen dengan Tottenham Hotspur, Arsenal dan Chelsea.

Manchester United mungkin sempat bimbang dan cukup lama untuk memutuskan sehingga sempat membuat ketidakpastian bagi Solskjaer. Dikabarkan manajemen MU sempat mengincar beberapa pelatih top seperti Massimiliano Allegri, Laurent Blanc, Mauricio Pochettino, Joachim Loew dan beberapa nama besar lainnya. Tapi tetap tak bisa mengesampingkan pencapaian yang telah dibuat Ole Gunnar Solskjaer yang sudah mengangkat mental dan performa para pemain MU yang lebih enjoy di lapangan dan lebih menyerang seperti yang diharapkan fansnya. Kebimbangan manajemen MU bisa dimengerti mengingat Solskjaer hanya manajer interim pinjaman dari klub Molde hingga akhir Musim. Pada akhirnya manajemen sudah memutuskan untuk mempermanenkan Ole Gunnar Solskjaer sebagai Manajer MU untuk tiga musim kedepan.

Dikutip dari situs resmi MU, Executive Vice-Chairman MU, Ed Woodward “Sejak menjadi caretaker pada Desember, Ole sudah membuktikan lewat sederet hasil bagus yang diraihnya. Tak cuma performa dan hasil, Ole membawa banyak pengalaman sebagai pemain dan pelatih, lalu berani memberi kesempatan bagi para pemain muda dan mengerti betul kultur klub ini. Ini semua sudah membuktikan bahwa dia orang yang tepat untuk membawa Manchester United melaju”. Laga diakhir pekan ini menghadapi Watford akan menjadi laga perdana Solskjaer sebagai manajer permanen Manchester United.

Dilansir dari Express, manajemen Manchester United harus merogoh kocek hingga 9 juta pound untuk mempermanenkan Solskjaer. Dengan rincian 1,8 juta pound untuk membayar kompensasi peminjaman dan tambahan 7.8 juta pound untuk mempermanenkan Solskjaer dari klub lamanya Molde. Kini pria berusia 46 tahun asal Norwegia tersebut mempunyai tugas berat menjaga konsistensi performa tim, menghadirkan prestasi dan membuat MU menjadi The Red Devils yang kembali disegani di kompetisi lokal dan Eropa. Paling tidak modal kepercayaan dan hubungan baik dan harmonis dengan para pemain bisa mengangkat klub berprestasi lagi. Mari kita tunggu bagaimana kiprah Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United setelah dipermanenkan menjadi manajer.