Menu

Manchester United On The Track Bersama Ole Gunnar Solskjaer

Manchester United sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer yang menggantikan Jose Mourinho pada pertengahan Desember 2018 bertransformasi menjadi sebuah tim yang kembali ditakuti tim-tim lawan. Bahkan pelatih Manchester City, Josep Guardiola menyebut bahwa Manchester United masih berpeluang untuk meraih gelar juara Premier League musim ini. Pernyataan Guardiola bukan tanpa alasan, mengingat sejak terakhir kali kalah tanggal 16 Desember 2018 saat menghadapi Liverpool dengan skor 1-3, yang menyebabkan pelatih sebelumnya Jose Mourinho diberhentikan karena rentetan hasil yang tidak memuaskan, penampilan yang tidak konsisten dan juga ketidakharmonisan dengan beberapa pemain kunci. Manchester United tak pernah kalah dan hanya meraih sekali hasil imbang, sehingga menjadi tim yang akrab dengan kemenangan dan para pemain bermain dengan penuh determinasi serta lebih menyerang sehingga memuaskan fans MU.

Sejak Ole Gunnar Solskjaer menangani Manchester United, para pemain bintang mereka yang sebelumnya tampil dibawah form terbaiknya, perlahan mulai menunjukan performa yang meningkat. Seperti misalnya Paul Pogba yang sudah terlibat dalam terciptanya 11 gol dengan torehan 6 gol dan 5 assist. Lalu ada Marcus Rashford sudah mencetak 7 gol dan 4 assist sejak kehadiran Ole Gunnar Solskjaer. Padahal kedua pemain tersebut sebelum Ole menangani MU, tampil tidak konsisten, bahkan Paul Pogba sempat beberapa kali dicadangkan.

Menjalani 8 laga di Premier League bersama Ole Gunnar Solskjaer, Manchester United membukukan 7 kemenangan dan 1 kali hasil imbang hingga pekan ke-25 membawa mereka ke posisi kelima dan bukan tidak mungkin jika terus tampil konsisten bisa menenmbus empat besar atau bahkan bisa meraih gelar juara jika tim-tim diatasnya pada tersandung. Rata-rata Manchester United meraih 2,75 poin per laga dan mencetak 2,5 gol per laga dalam 90 menit, lebih baik dari Liverpool dan Manchester City sekalipun yang berada di puncak dan kedua klasemen liga Inggris 2018/2019.

Meraih 22 poin dari 8 laga MU di Premier League setelah ditangani Ole Gunnar Solskjaer jelas merupakan pencapaian luar biasa. Bahkan seandainya Ole menangani MU sejak awal musim bukan tak mungkin sekarang sudah berada di puncak klasemen. Melihat hasil positif MU dibawah arahan Ole, rasanya tidak berlebihan apabila ada keinginan terutama dari fans setan merah untuk mempermanenkan status pelatih interim Ole menjadi pelatih tetap Manchester United untuk musim depan, mengingat, pada awalnya Ole dikontrak hanya sampai akhir musim. Tapi, apapun bisa terjadi diakhir musim nanti dan juga tentu manajemen akan menilai pencapaian MU diakhir musim ini.

Salah satu kunci sukses Ole Gunnar Solskjaer menangani MU setidaknya hingga pekan ke-25 tidak terlepas dari kemampuannya berkomunikasi dengan para pemain dari hati ke hati, menaklukan ego para bintang dan menciptakan harmonisasi dalam tim. Seperti dikatakan oleh Kakak Paul Pogba, Mathias kepada Telefoot, yang dikutip ESPNFC “Banyak hal tidak berjalan bagus di bawah Mourinho. Sekarang Solskjaer sudah memberi dia kunci kepada tim, jadi bisa dikatakan, hal-hal dimulai lagi. Itulah yang dibutuhkan adikku. Sudah pasti hal itu [pergi] terpikirkan. Tapi sekarang dia berada di tempatnya. Saat itu dia masih terikat kontrak, dan bagaimanapun dia harus terus diam, bertahan dengan situasinya, dan tetap bekerja. Mengingat Solskjaer pernah melatih Paul di tim reserve, dia tahu betul apa yang harus dikatakan dan bagaimana mengatakannya kepada Paul. Dan ketika Anda memberi adikku tanggung jawab, Anda hanya akan melihat yang terbaik dari dia”.

Dikutif dari FourFourTwo, Lukaku yang merupakan penyerang andalan MU menjelaskan peningkatan kualitas permainan MU tak lepas dari peran Ole Gunnar Solskjaer yang mampu membawa aura positif dalam tim dan membuat peningkatan kualitas para pemain. “Ini berbeda, jauh lebih positif. Orang-orang tersenyum. Saat ini semuanya berjalan dengan baik, dan kami harus terus seperti ini. Kami menikmatinya. Kami memberi tahu dia saat latihan, Paul senang, lalu dia tertawa. Saat ini, semua orang bermain di level mereka. Itu bagus. Paul, Marcus (Rashford), bahkan diri saya sendiri ketika bermain, saya mencoba membawa sesuatu ke tim, Anthony (Martial). Pola pikir kompetitif kembali pada setiap pemain. Anda melihatnya di pelatihan ketika kami melakukan mini game, 6 vs 6, 8 vs 8, Anda dapat melihat para pemain ingin membuktikan diri kepada manajer karena mereka ingin mengambil kesempatan, tetapi yang paling penting tetap tim. Itulah yang akan membantu kami kembali ke tempat yang seharusnya” jelas Lukaku.

Sementara itu Ole Gunnar Solskjaer juga memberikan komentarnya tentang bagaimana dia menangani tim Manchester United sejauh ini. Dilansir dari Sky Sports, Ole menjelaskan “Lebih mudah di sini karena saya tahu DNA dan identitas Manchester United, dan seperti apa para pemain Manchester United itu. Adalah identitas pemenang itu, juga kepercayaan diri, yang ada di sini. Kami ingin mengambil risiko. Kami ingin mengejar gol kedua, ketiga, dan keempat, karena begitulah kami melakukannya di Manchester United. Jika Anda tidak bisa menanganinya, maka Anda berada di klub yang salah. MU, tentu saja, lebih cocok untuk saya daripada klub yang berjuang di papan bawah. Saya tidak siap untuk pertarungan itu. Saya tidak mengatakan bahwa saya tidak siap untuk Premier League. Itu berbeda. Keyakinan saya adalah mempercayai pemain dan mempercayakan mereka bermain dengan cara yang benar. Untuk mencoba mencoba mendominasi laga dan memenangi pertandingan dengan cara yang benar, untuk bermain dengan cara yang kami lakukan bersama Manchester United sekarang. Saya seharusnya memutar mentalitas itu menjadi sebuah mentalitas yang berbeda saat berada di tim yang berjuang menghindari degradasi. Sejak pensiun sebagai pemain pada 2007, saya telah menyaksikan sebagian besar pertandingan dan, tentu saja, saya memiliki pendapat saya tentang apa yang benar dan apa yang salah (di MU). Jadi, saya pikir saya lebih siap untuk yang ini”.

Memang perjalanan hingga akhir musim masih cukup panjang dan konsistensinya masih akan diuji tim-tim besar seperti Liverpool, Manchester City, Chelsea dan Arsenal. Tapi perfoma para pemain Manchester United sejauh ini paling tidak sudah on the track bersama Ole Gunnar Solskjaer memburu minimal posisi empat besar atau bahkan lebih. Bagi manajemen tentu tidak akan sulit jika ingin mempermanenkan Ole jadi pelatih utama MU apabila kualitas permainannya tetap konsisten hingga akhir musim.