Menu

Juventus Layak Jadi Contoh Klub Lain Hadapi Covid-19

Ditengah badai penyebaran virus corona beberapa liga-liga top eropa memutuskan untuk menunda pertandingan. Diketahui beberapa klub mendapatkan imbas negatif dari penundaan kompetisi tersebut.

Tentunya, demi menekan pengeluaran klub, beberapa klub menerapkan langkah antisipasi dengan memotong gaji pemain. Beberapa tim ada yang menyetujui kesepakatan tersebut, salah satunya adalah Juventus.

Beberapa pundit menyatakan bahwa Juventus layak menjadi panutan bagi klub-klub lainnya demi menghadapi pandemic corona. Dirumorkan, pemain Juventus setuju dengan keputusan klub yang memilih untuk memangkas gaji setiap pemainnya.

Hal ini dilakukan demi menekan pengeluaran Juventus karena berkurangnya pendapatan akibat pandemic corona. Tentunya, langkah tersebut mendapatkan pujian, dan banyak klub yang disarankan untuk mencontoh Juventus.

Juventus Berusaha Menekan Pengeluaran

Beban gaji yang dimiliki Juventus cukup tinggi, mereka tentu mendapatkan masalah karena bencana wabah corona. Pasalnya, pendapatan yang seharusnya didapatkan oleh Juventus seiring berjalannya kompetisi harus terhenti.

Tentu beberapa langkah disiapkan oleh Juventus demi menekan pengeluaran klub. Salah satunya adalah dengan memangkas gaji para pemainnya tersebut. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi beban pengeluaran klub.

Dan baiknya, para pemain menyetujui keputusan klub tersebut. Bahkan Ronaldo pun rela gajinya dipangkas hingga 3,5 juta euro atau setara 65 miliar rupiah. Tentunya pemangkasan beban gaji menjadi nilai positif bagi penekanan pengeluaran Juventus.

Pujian disematkan kepada tim asuhan Maurizio Sarri tersebut. Anak asuh dari mantan manajer Chelsea tersebut dinilai mampu bekerja sama dengan klubnya. Demi menjaga sistem finansial klub agar tetap positif.

Gravina menyebutkan bahwa para pemain Juventus lebih mementingkan kepentingan umum. Diketahui Juventus tetap memberikan gaji kepada para pegawainya, dan keputusan para pemain untuk memangkas beban gaji mampu membantu keuangan klub.

Bahkan, Gravina menyebutkan bahwa klub-klub lainnya harus belajar dari Juventus untuk mengatasi finansial klub seiring masa krisis akibat corona. Klub-klub seperti Real Madrid dan Barcelona terutama harus mengikuti langkah yang dibuat oleh Juventus.

Mempersiapkan Dana Transfer

Dengan melakukan langkah antisipasi tersebut tentu membuat keuangan Juventus lebih baik. Dan hal tersebut mampu mereka manfaatkan demi mendatangkan beberapa nama di bursa transfer mendatang.

Tentunya di bursa transfer yang akan datang tim asuhan Maurizio Sarri membutuhkan beberapa sosok anyar di skuad mereka. Salah satu nama yang menjadi incaran Sarri adalah playmaker milik Barcelona, Philipe Coutinho.

Kabarnya, Coutinho menjadi pilihan Sarri untuk mengisi lini tengah Juventus musim depan. Saat ini nama-nama seperti Khedira, Matuidi dinilai kurang memuaskan oleh Maurizio Sarri.

Sarri membutuhkan pemain yang bertipikal kuat dan cepat di lini tengah, serta memiliki akurasi passing yang tinggi. Coutinho memang performanya belum kembali apik setelah meninggalkan Liverpool.

Dirinya meninggalkan Liverpool pada Januari 2018 untuk bergabung bersama dengan Barcelona. Satu setengah musim berseragam Barcelona, dirinya justru tampil kurang mengesankan dan dipinjamkan ke Bayern Munchen di bursa transfer musim panas.

Belakangan terdengar rumor Liverpool berencana untuk mendatangkan kembali Coutinho. Akan tetapi, Juventus pun menjadi peminat utama bagi Coutinho dan mereka yakin mampu membawa Cou ke Allianz Stadium.

Juventus Menunggu Keberlangsungan Serie A

Italia menjadi negara dengan wabah corona paling tinggi saat ini di Eropa. Dan bahkan mereka menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi. Hampir 400 orang meninggal setiap harinya.

Tentu, akibat penyebaran virus yang begitu meluas di Italia terdengar kabar Serie A akan dibatalkan tanpa juara. Pasalnya, penyebaran yang begitu luas membuat Federasi Sepakbola Italia berencana membatalkan Serie A di musim ini.

Akan tetapi, hal tersebut mungkin menjadi opsi terakhir apabila wabah corona benar-benar tidak berhenti nantinya. Saat ini, mereka masih mencoba berbagai cara untuk menghentikan wabah corona.

Juventus tentunya ingin menjuarai Serie A ke delapan kalinya secara beruntun. Tim asuhan Maurizio Sarri menunggu keputusan terakhir dari FIGC mengenai keberlangsungan kompetisi Serie A.

Sebuah kerugian bagi Juventus apabila kompetisi tidak dilanjutkan, pasalnya Juventus saat ini sedang memuncaki klasemen sementara. Selain Juventus, Lazio akan menjadi klub yang dirugikan juga.

Musim ini mereka mampu tampil apik dan duduk di posisi kedua klasemen sementara. Lazio hanya berbeda satu poin dari Juventus, mereka berpeluang untuk memutus gelar Serie A beruntun dari tangan Juventus.

tokoisipulsa agenpulsa