Menu

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan Juara Ganda Putra All England 2019

Pasangan senior ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil menjadi juara dalam turnamen bergengsi All England 2019 bulutangkis sektor ganda putra. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil meraih gelar juara. Sekaligus memperpanjang rekor juara ganda putra yang dalam tiga tahun terakhir selalu direbut pasangan ganda putra Indonesia. Di tahun 2017 dan 2018 berhasil diraih oleh pasangan ganda putra terbaik Indonesia dan dunia yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Tapi di tahun 2019 ini Kevin/Marcus harus tersingkir lebih awal di babak pertama kalah dari Zhang Nan/Liu Cheng. Beruntung tradisi juara ganda putra masih bisa diraih pasangan ganda putra senior Hendra/Ahsan yang ternyata belum habis dan masih bisa mengukir prestasi.

Bertanding di Arena Birmingham pada hari Minggu (10/3/2019) malam WIB. di final pasangan ganda putra Indonesia Hendra/Ahsan menghadapi pasangan ganda putra Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Sebelum bertemu di final, di babak pertama Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) mengalahkan Marcus Ellis/Chris Langridge (Inggris) 21-19, 21-12. Di babak kedua Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) mengalahkan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia) 21-19, 21-18. Di perempat final Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) mengalahkan Mark Lamsfuss/Marvin Seidel (Jerman) 21-12, 21-13. Di semifinal Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) 21-19, 21-16.

Sedangkan pasangan ganda putra Malaysia yang masuk kategori non unggulan berhasil membuat kejutan hingga mampu melangkah ke partai puncak. Aaron Chia/Soh Wooi Yik sukses mengalahkan beberapa pasangan unggulan seperti Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark), Liu Cheng/Zhang Nan (China), dan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian (Indonesia). Sungguh pencapaian luar biasa dan seandainya bisa tampil konsisten kedepannya bisa saja menjadi pasangan ganda putra yang banyak meraih prestasi. Terlebih ganda putra Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik masih muda dan mempunya masa depan cerah dapat menjadi pesaing berat untuk pasangan muda ganda putra Indonesia Fajar/Rian.

Di partai final Aaron Chia/Soh Wooi Yik sempat mengejutkan Hendra/Ahsan yang berada dibawah tekanan di gim pertama. Hendra/Ahsan kesulitan menembus pertahanan Aaron Chia/Soh Wooi Yik sehingga harus menyerah 11-21. Baru di gim kedua Hendra/Ahsan berhasil bangkit dan mulai mendikte permainan lawan dan menyelesaikan gim kedua dengan skor 21-14. Memasuki gim penentuan di gim ketiga, Aaron Chia/Soh Wooi Yik diawal gim sempat memberikan perlawan dan membuat poin ketat hingga 3-3. Tapi Hendra/Ahsan yang lebih berpengalaman mampu mengendalikan situasi dan mampu menjaga jarak cukup jauh hingga pada akhirnya menang dengan skor 21-12. Hendra/Ahsan pun keluar sebagai juaran ganda putra All England 2019, dan menjadi gelar All England kedua bagi Hendra/Ahsan setelah meraihnya yang pertama di tahun 2014.

Kemenangan Hendra/Ahsan kali ini menjadi luar biasa karena diraih tidak dengan mudah terutama bagi Hendra Setiawan yang tampil di final dengan kondisi betis cidera. Kondisi cidera betis Hendra dialami saat Hendra/Ahsan tampil di semi final menghadapi Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang, beruntung saat itu Hendra/Ahsan menang dalam dua gim langsung. Saat tampil di final ternyata kondisi cidera Hendra belum pulih, sehingga harus tampil dengan menahan sakit. Namun perjuangan keras telah membuahkan hasil dengan mampu meraih gelar juara.

“Saya mengucapkan syukur alhamdulillah bisa menang lagi di sini. Terimakasih supporter. Ketika kehilangan gim pertama, kami tidak mau menyerah, walau kalah jauh, tetap berusaha, menerapkan strategi kami. Kalaupun kalah, kami harus beri perlawanan, harus bisa semaksimal mungkin, dan alhamudlillah kami bisa melewatinya .” kata Ahsan saat diwawancara setelah pertandingan berakhir. “Kunci pertandingan tadi lebih fokus, enggak mikirin cedera, saya fokus saja. All England adalah turnamen yang bergengsi, kami senang bisa juara lagi di sini. motivasinya harus tinggi, partai final dan All Englan, tidak mau kalah begitu saja ” kata Hendra menambahkan.