Menu

Dampak Besar Pandemi Corona Terhadap Kesehatan Finansial Klub Sepak Bola Profesional

Corona Virus Disease atau Covid-19 menjadi masalah besar yang dihadapi penduduk dunia saat ini. Wabah yang mulai menyerang kota Wuhan pada akhir tahun lalu tersebut kini telah menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia.

Dampaknya pun sangat signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan. Tak terkecuali pada dunia olahraga seperti sepak bola. Tak sedikit kompetisi sepak bola di dunia yang terpaksa dihentikan karena wabah Covid-19.

Akibatnya, kondisi finansial sejumlah klub profesional menjadi kacau. Mereka diperkirakan merugi hingga ratusan juta euro jika kompetisi berhenti hingga akhir musim. Beberapa klub terpaksa memotong gaji bahkan memecat beberapa pemain dan karyawannya demi kelangsungan hidup klub mereka.

Aktifitas Terhenti

Covid-19 mulai menyerang benua eropa pada bulan Februari. Italia menjadi negara pertama yang terjangkit virus mematikan ini. Akibatnya, kompetisi sepak bola profesional di negara tersebut terpaksa ditunda mulai 9 Maret hingga awal April mendatang. Beberapa kompetisi sepak bola lain seperti Liga Inggris, Euro, Copa America, hingga Piala Concacaf juga ikut ditunda.

Parahnya lagi, pemerintah di berbagai negara juga membatasi pergerakan seluruh warganya dan mewajibkan setiap orang untuk mengisolasi diri di rumah masing-masing. Hal ini berarti seluruh aktifitas sepak bola benar-benar berhenti total. Bahkan kegiatan di luar lapangan, seperti penjualan merchandise dan aksesoris pun juga terhenti.

Keadaan ini membuat klub sama sekali tidak mendapat pemasukan selama seluruh aktifitas diliburkan. Hal ini menjadi masalah yang cukup besar bagi mereka.

Pengeluaran Membengkak

Di samping pemasukan yang seret, klub harus tetap melaksanakan kewajiban untuk menggaji para pemain, staff dan juga anggota klub lainnya. Hal ini semakin memperburuk keadaan yang dihadapi para pengurus klub.

Selain itu, dana yang telah mereka keluarkan untuk sewa stadion, hak siar televisi, dan urusan lainnya tidak dapat ditarik kembali.

Kebanyakan klub mengontrak para pemain, staff, karyawan dan urusan-urusan lain hingga bulan Juni 2020. Hal tersebut dilakukan karena mereka memprediksi musim ini berakhir pada bulan tersebut. Namun, jika kompetisi ditunda dan dilanjutkan kembali hingga melewati bulan Juni 2020, berarti klub harus membayar uang tambahan untuk semuanya.

Belum lagi untuk perawatan para pemain dan staff yang terjangkit Covid-19. Manajemen klub wajib bertanggung jawab atas kesehatan dan kebugaran seluruh anggota klub sesuai dengan kontrak yang telah disepakati sebelumnya. Pengeluaran klub benar-benar membengkak karena wabah Covid-19 ini.

Terpaksa Potong Gaji

Pemasukan yang tersendat dan pengeluaran yang membengkak membuat kondisi finansial klub-klub profesional di seluruh dunia terancam. Beberapa klub kecil bahkan terancam gulung tikar dan mundur dari kompetisi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa klub berencana untuk melakukan pemangkasan gaji untuk para pemain, staff dan juga karyawan klub.

Beberapa kontestan Serie A Italia contohnya. Dalam sebuah pertemuan yang digelar pada 21 Maret 2020, para pengurus klub mengajukan opsi pemotongan gaji untuk seluruh anggota klub. Namun, usulan tersebut masih dipikirkan oleh federasi sepak bola Italia (FIGC) dan belum disepakati hingga detik ini.

Dengan ini, para pemain dan anggota klub yang lain terancam kehilangan sebagian penghasilannya. Bahkan kabarnya, gaji Cristiano Ronaldo di Juventus harus dipotong sekitar 9 juta euro jika krisis ekonomi ini terus terjadi.

Hal yang lebih parah terjadi di Liga Swiss dan Belgia. Di Swiss, salah satu klub kasta tertinggi, FC Sion, terpaksa memecat 9 pemainnya yang menolak untuk dipotong gaji. Sementara raksasa sepak bola Belgia, Anderlecht, secara sepihak memutus kontrak asisten pelatihnya, Par Zetterberg, karena tak sanggup membayar gajinya.

Sumbangan Pemain

Opsi pemotongan gaji memang sulit diterima oleh banyak orang. Terlebih lagi dalam kondisi dan situasi yang serba sulit seperti saat ini, memaksa setiap orang untuk menyiapkan segalanya, termasuk uang.

Namun, ada pula beberapa klub yang beruntung memiliki pemain yang pengertian. Barcelona contohnya. Para punggawa Blaugrana bersedia gaji mereka dipangkas untuk kepentingan finansial klub. mereka rela penghasilannya berkurang, asalkan pihak klub tetap memberikan fasilitas yang layak kepada mereka.

Para pemain Borussia Monchengladbach melakukan hal yang lebih mengharukan. Lars Stindl dan rekan setimnya berinisiatif untuk menyumbangkan sebagian penghasilan mereka untuk dimasukkan ke tabungan klub. Mereka melakukan hal tersebut tanpa diminta dan dipaksa sama sekali oleh pihak klub.

Covid-19 secara tidak langsung berpengaruh besar terhadap kondisi keuangan klub-klub profesional di seluruh dunia. Oleh karena itu, manajemen harus pandai-pandai menyiasati keadaan dengan memberikan solusi yang tepat dan dapat diterima oleh seluruh anggota klub.

tokoisipulsa agenpulsa